Universitas Narotama Berikan Beasiswa S2 untuk Mahasiswa Atlet Peraih Medali Emas SEA Games Ke-33 Thailand
10 Januari 2026, 12:09:32 Dilihat: 80x
Universitas Narotama memberikan apresiasi kepada dua mahasiswanya, Ayu Mareta Dyasari dan Yurike Nina Bonita Pereira, atlet panahan nasional yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih dua medali emas dan satu medali perunggu pada ajang SEA Games ke-33 di Thailand. Apresiasi tersebut diwujudkan dalam bentuk beasiswa pendidikan S2, pembebasan biaya LSP, serta biaya skripsi.
Kegiatan penyerahan apresiasi dan beasiswa ini berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026, dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Universitas Narotama, antara lain Rektor Universitas Narotama Assoc. Prof. Dr. Arasy Alimudin, S.E., M.M, Wakil Rektor I Dr. M. Saleh, S.H., M.H, Wakil Rektor II Dr. Reswanda, S.Pi., M.M, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Agus Sukoco, S.T., M.M, serta Kaprodi S1 Manajemen Dr. Sengguruh Nilowardono, S.E., M.Si.
Ka.Subdit Kemahasiswaan Universitas Narotama, Ade Chandra Kurnia Purwanto, S.Kom., M.H, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bentuk penghargaan kampus atas prestasi luar biasa yang diraih dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut.
“Hari ini kami melaksanakan penyambutan dan apresiasi kepada dua mahasiswa atas nama Ayu Mareta dan Bonita yang merupakan atlet panahan nasional. Alhamdulillah mereka berhasil meraih dua medali emas dan satu perunggu di SEA Games Thailand,” ujarnya.
Rangkaian acara diawali dengan pemberian ucapan selamat dari Rektor beserta jajaran dan sesi berbagi pengalaman para atlet selama mengikuti turnamen internasional.
Selanjutnya, Wakil Rektor I menyampaikan terima kasih kepada kedua mahasiswa atas kontribusi prestasi yang membanggakan Universitas Narotama.
Sebagai bentuk apresiasi nyata, pimpinan universitas memberikan beasiswa S2 di Universitas Narotama, serta dukungan akademik lainnya agar studi mereka tetap berjalan optimal seiring dengan karier atlet mereka.
Wakil Rektor II, Dr. Reswanda, dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan non-akademik.
“Mahasiswa atlet harus memiliki investasi masa depan, tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyampaikan bahwa pihak fakultas telah memberikan dukungan akademik, termasuk konversi kegiatan magang yang sedang dijalani kedua mahasiswa tersebut. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pendampingan intensif dalam penyusunan skripsi, mengingat persiapan jangka panjang menuju Olympiade 2028.
Rektor Universitas Narotama menambahkan bahwa selain beasiswa S2, kampus juga memberikan pembebasan biaya LSP dan skripsi, sehingga mahasiswa dapat fokus menyelesaikan studi S1 dan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Harapannya, Ayu Mareta dan Bonita dapat mempertahankan prestasi sekaligus terus membanggakan almamater Universitas Narotama,” ujar Rektor.
Ayu Mareta mengungkapkan bahwa pada SEA Games Thailand ia berhasil meraih satu medali emas dari nomor beregu recurve putri dan satu medali perunggu dari mix team recurve.
“Ini SEA Games pertama saya dan juga pertama kali masuk Pelatnas. Alhamdulillah langsung bisa dapat emas,” ungkap Mareta.
Ia mengakui persaingan sangat ketat karena harus menghadapi atlet-atlet Olimpiade dari berbagai negara Asia Tenggara. Ke depan, Mareta akan kembali mengikuti Pelatnas sebagai persiapan Asian Games di Nagoya, Jepang, dan menargetkan prestasi hingga Olimpiade Los Angeles 2028.
Sementara itu, Bonita meraih medali emas di nomor beregu compound putri, sesuai dengan target yang telah ditetapkan sejak awal.
“Sekarang persaingan di Asia Tenggara semakin merata. Tapi kami termotivasi karena bermain sebagai tim dan target bisa tercapai,” ujarnya.
Keduanya mengaku tidak menyangka akan mendapatkan beasiswa S2 dari Universitas Narotama. Namun, apresiasi tersebut semakin memotivasi mereka untuk menyeimbangkan karier atlet dan pendidikan.
“Insya Allah prestasi olahraga jalan dan pendidikan juga jalan,” kata Mareta.
Bonita juga menambahkan bahwa dukungan kampus, terutama dalam hal perizinan dan fleksibilitas akademik, sangat membantu perjalanan kariernya sebagai atlet.
Sebagai penutup, Ka.Subdit Kemahasiswaan Universitas Narotama menyampaikan komitmen kampus untuk terus mendukung dan meregenerasi atlet berprestasi melalui kerja sama dengan berbagai organisasi olahraga seperti KONI Kota Surabaya, KONI Jawa Timur, hingga Perpani.
“Harapannya, para atlet tidak hanya fokus pada prestasi olahraga, tetapi juga dapat melanjutkan pendidikan tinggi. Ini penting bagi masa depan mereka sekaligus mendukung peningkatan akreditasi dan prestasi universitas,” pungkasnya.